Arsip untuk Agustus, 2009

penguasa kota roma

Posted in UlTras lazio on 30 Agustus 2009 by eko laziale

*Lebih sulit untuk menjelaskan Lazialita daripada merasakannya

Ini adalah Lazialita yang membuat seseorang menjadi Laziale, yang berbeda dengan penggemar, penggemar menjadi Laziale di saat ketika dia mengambil hal-hal yang baik dari cita-cita Lazio.

Penjelasan pertama tentang Lazialita diberikan oleh mereka yang mendirikan Societa Podistica Lazio, 9 Januari 1900. Di inspirasikan oleh warna negara Yunani – negara pertama yang terorganisasi, Olimpiade Modern pertama- mereka memilih nama itu bagi klub baru ini.

Kenapa Lazio? Bukankah kota Roma terletak di sana, kota indah tempat mereka tinggal, ibukota negara, yang mana tempat lahirnya peradaban modern pertama.
Meskipun begitu, nama Lazio yang akhirnya dipilih. Dan tentu saja ini adalah pilihan yang tepat, karena masyarakat Lazio menyambut Enea, dan mereka, setelah membangun kekuasaan di region, dan yang mempunyai si kembar Romolo dan Remo (pendiri kota abadi Roma). Masa depan Roma, dan seluruh dunia, tentu saja dibentuk oleh Lazio. Tidak ada konformisme, tidak ada penghargaan untuk hal-hal atau orang-orang tertentu, hanya pujaan untuk sejarah besar dari wilayah Lazio.

Di sini sangat jelas bahwa para pendiri peduli dengan segala macam cabang olah raga: setelah Lari, Renang menjadi olah raga yang paling penting, kemudian di awal Lazio berdiri, juga ada dayung, kemudian sepak bola, polo air. Setiap cabang olah raga memiliki Presidennya sendiri, tetapi mereka semua bersatu dalam nama Lazio. Di kemudian hari, sepak bola menjadi cabang olah raga utama Lazio.

Pada saat itu belum ada ungkapan “Lazialita”, tapi telah ada perasaan yang mendalam di hati dan pikiran dari seluruh masyarakat Lazio, mulai dari Luigi Bigiarelli sampai Fortunato Ballerini, dari Giorgio Vaccaro sampai Olindo Bitetti, dari Euginio Gualdi sampai Remo Zenobi, dan lainnya.

Sekarang mulai jelas apa itu Lazialita. Lazialita adalah perasaan cinta akan warna Biancoceleste, sebagai simbol dari kemurnian, mencintai olahraga, hasrat untuk menang atau mengungguli, selalu menunjukan hormat yang besar terhadap musuh. Kekalahan adalah bagian dari semua olahraga dan bagian dari kehidupan. Tidak ada kejayaan tanpa didahului oleh sebuah kekalahan. Mencintai olah raga sebagai sebuah cara untuk membentuk jiwa dan raga, sebuah dorongan yang kita butuhkan di hidup ini untuk mengatasi semua kesulitan yang kita hadapi setiap hari. Hormati musuh dan jadilah temannya.

Lazialita mendorong Laziale untuk tidak hanya mencintai cabang olahraga favoritnya, tetapi juga cabang olahraga lainnya dalam nama besar Lazio, menghargai olahraga Italia, bahkan di luar Biancocelesti.

Lazialita adalah keindahan dan kehormatan yang bukan terlihat dari luar, ini adalah sesuatu yang sangat kita rasakan didalam diri kita, dan membuat kita bangga. Musik adalah sebuah sarana yang dapat menjangkau hati, pikiran dan membuat kita menjadi sensitif, mendorong kita menuju angkasa. Dalam hal yang sama, Lazialita adalah sarana gaya hidup, yang mempengaruhi sikap sehari-hari kita.

Dan dengan ini saya dengan bangga katakan: Tunjukkan selalu Lazialita kita. Di olahraga, dan di hidup kita.

Renzo Nostini,

General President of Società Sportiva Lazio

download lagu & theme HP Lazio

Posted in UlTras lazio with tags , , on 30 Agustus 2009 by eko laziale

Banyak tersedia Lagu (Anthem) Lazio bagi Laziali yang ingin mendownloadnya:

Silahkan klik disini. Selanjutnya ikuti link di forum Lazio Indonesia yang ditulis saya sendiri Ramonelaziali.

Dan nikmati semua lagu-lagu dan themes HP Lazio khusus bagi Laziali Indonesia.

“laziale milik lazio”

Posted in UlTras lazio with tags , , on 30 Agustus 2009 by eko laziale

Dear, Lazio

eko monotTahun ini genap 10 tahun aku menjadi seorang Laziale. Dimulai ketika usiaku 12 tahun, tepatnya pada tahun 1998, sebaris kata telah mengubah hidupku selanjutnya, dan kata itu adalah LAZIO. Tak ada sesuatu yang spesial dari kata LAZIO, tidak pemainnya, tidak prestasinya, tidak warnanya, tidak lambangnya, tidak pula prestasinya. Hanya LAZIO apa adanya. Tahun-tahun sekitar 1998-2001 merupakan puncak pencapaian seorang Laziale, ditandai dengan raihan Scudetto, Piala Winners, Piala Super Eropa, Copa Italia dan Super Italia. Warna birulangit menggema di dunia. Namun masa-masa itu tidak pernah terulang kembali, dimana sekarang LAZIO adalah sebuah klub yang berjuang mencari pencapaian terbaiknya. Beruntung, rasa Lazialita ini masih terus berderu di hati terdalam.

Ketika Lazio diatas, aku seorang Laziale sebaliknya ketika Lazio sedang terpuruk, aku juga tetap bangga mengatakan aku seorang Laziale. Di atas segalanya Laziale adalah pilihan hidup, dimana loyalitas dan kesetiaan manusia diukur dari prinsip yang dipegang seumur hidupnya. Biarpun merah, biru hitam, merah hitam, hitam putih mengelilingi dan mendekap pikiranku, hal tersebut hanyalah selayang pandang. Apakah itu hanya sebatas emosionalitas sementara? Tidak untuk kesetiaan selama 10 tahun, tidak untuk hidup terpisah puluhan ribu kilometer dari klub tercinta.

Biarkanlah masa-masa sulit ini dikenang sebagai masa yang akan diingat untuk beberapa tahun ke depan, masa-masa dimana Lazialita kita diuji dan masa-masa dimana godaan semakin besar. Percayalah, masa depan masih panjang dan kita tidak sendiri. Karena tanpa masa-masa sulit ini, maka kita tidak akan pernah menjadi seorang Laziale yang setia dan masa inilah perasaan Lazialita tumbuh semakin besar. Terima Kasih, Lazio atas segalah masa-masa indah yang pernah aku lalui. Tak ada masa yang suram bersamamu.

Bendera-bendera dikibarkan. Satu kesatuan yang dihormati. Hanya Lazio yang dicinta.
(Bandiera da sventolare. Una Maglia da rispettare. Solo La Lazio Da Amare)

by:Dionbarus

lagu perjuangan

Posted in Nasionalis with tags , , on 30 Agustus 2009 by eko laziale

Hari Merdeka-H.Mutahar

Tujuh belas agustus tahun empat lima
Itulah hari kemerdekaan kita
Hari merdeka nusa dan bangsa
Hari lahirnya bangsa Indonesia
Merdeka

Sekali merdeka tetap merdeka
Selama hayat masih di kandung badan
Kita tetap setia tetap setia
Mempertahankan Indonesia
Kita tetap setia tetap setia
Membela negara kita

Merah Putih-Gombloh

Berkibarlah Bendera Negeriku
Berkibarlah Engkau didadaku
Tunjukanlah Kepada Dunia
Semangatmu Yang Panas Mambara

Daku Ingin Jiwa Raga ini
Selaras dan Kewajiban
Daku Ingin Jemariku Ini
Menuliskan Kharismamu…

Berkibarlah Bendera Negeriku
Berkibar di Luas Nuansamu
Tunjukanlah Kepada Dunia
Ramah Tamah Budi Bahasamu

Daku Ingin Kepal Tangan Ini
Menunaikan Keanggunan
Putra Bangsa Yang Mengemban Cita
Hidup Dalam Kesatuan…

Teks Proklamasi

TEKS PROKLAMASI 1945

Kami bangsa Indonesia dengan ini menjatakan kemerdekaan Indonesia.
Hal-hal jang mengenai pemindahan kekoeasaan d.l.l., diselenggarakan
dengan tjara seksama dan dalam tempo jang sesingkat-singkatnja.
Djakarta, hari 17 boelan 8 tahoen 05
Atas nama bangsa Indonesia.
Soekarno/Hatta

Indonesia Raya – Cipt WR.Supratman

kita sbg penerus bangsa harus berusaha untuk mematenkan semua budaya kita,jangan sampai ” malingsia ” berani berulah lagi dan meng_klaim seni dan budaya kita..

    ss.lazio 1900-2009

    Posted in UlTras lazio on 28 Agustus 2009 by eko laziale

    monot&arny

    arny dalam celoteh tari “pendet”

    Posted in pesan N kesan with tags , , , on 28 Agustus 2009 by eko laziale

    arnyKetika suatu bangsa secara sengaja dan sadar mulai masuk ke negara lain dengan cara tidak bersahabat disitulah sebenarnya dimulai penjajahan.

    Malaysia, sebuah negara yang katanya masih satu rumpun dengan Indonesia dan banyak memiliki kesamaan baik secara kebudayaan dan nilai-nilai kemasyarakatan mulai menancapkan kuku-kuku tajamnya disetiap hati masyarakat Indoensia dengan menyatakan dirinya sebagai pemilik tari Pandet Bali. Oleh sebab itu seniman, sesepuh Bali dan juga mayoritas rakyat Indonesia sangat memprotes klaim sepihak mereka.

    Bukan kali ini saja Malaysia mengakui budaya Indonesia sebagai budaya mereka, terhitung mulai dari kasus pulau Sipadan & Ligitan, Seni Reog Ponorogo, alat musik Angklung dan lain sebagainya sempat menjadi bahan perdebatan keras antar dua negara bertetangga ini. Belum lagi mengenai penganiyaan TKI (Tenaga Kerja Indonesia), masuknya kapal-kapal perang Malaysia di perairan Indonesia dan warga Malaysia Noordin M. Top yang ditengarai sebagai biang teror di bumi pertiwi semakin membuat posisi Indonesia menurun di mata Internasional.

    Keadaan ini menurut saya bertambah parah dengan tidak sensitifnya para elemen pemerintahan Indonesia, mereka seolah-olah tidak ambil pusing dengan apa yang sedang Malaysia lakukan pada Indonesia. Intinya selama Malaysia tidak merugikan mereka secara pribadi (baik finansial maupun politik) hal itu dapat dianggap angin lalu (asumsi saya).

    Sebagai ilustrasi apa yang pemerintah lakukan sekarang adalah,

    “Malaysia boleh kok masuk rumah kita dan mengobok-obok barang-barang kita asalkan Malaysia tidak masuk kamar tidur dan mengambil brankas saya yang ada di lemari.”

    Konyol sekali bagi saya, adalah illegal dinegara manapun didunia ini untuk masuk ke wilayah sejengkal pun tanpa izin pemilik namun di Indonesia bahkan kapal perang dan pesawat perang dapat masuk dengan leluasa. Bandingkan jika warga negara Indonesia masuk tanpa izin ke Malaysia pasti akan mendapat perlakuan tidak manusiawi. Dan parahnya ini telah terjadi berulang-ulang.

    Tindakan nyata dan tegas perlu diambil oleh Menteri Luar Negeri atau bahkan Presiden Republik Indonesia dengan membuat pidato/pernyataan resmi yang menentang keras pernyataan sepihak Malaysia. Kadang kala untuk menyikapi hal ini para elit politik setidaknya dapat mencontoh kebijakan Hugo Chaves dari Venezuela atau bahkan Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad yang secara tegas dan keras menentang masuknya kapal-kapal perang Amerika Serikat diperairan mereka.

    Sebagai mahasiswa Hukum Internasional saya yakin bahwa jalan perang atau konfrontasi bukanlah jalan terbaik untuk ditempuh dan jikalau akan ditempuh setidaknya hal ini menjadi pilihan terakhir ketika tidak ada lagi opsi yang menguntungkan kedua belah pihak.

    Dan juga sebagai bangsa besar sikap diam diri dan cuek tidak akan pernah menghentikan aksi-aksi brutal, bejat dan tak rasional Malaysia atas kedaulatan Indonesia. Oleh sebab itu, pribadi bangsa Indonesia yang merendah diri, menerima, dan tidak mau ribut harus segera kita buang jauh-jauh demi tetap tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia

    Perkakas ‹ ss.lazio 1900 — WordPress

    Posted in UlTras lazio with tags , on 19 Agustus 2009 by eko laziale

    jadwal lazio 09 / 10

    jadwal pertandingan ss.lazio musim 2009 / 2010

    • Giornata 1
      Lazio – Atalanta (23/08/2009 20:45)

    • Giornata 2
      Chievo – Lazio (30/08/2009 20:45)

    • Giornata 3
      Lazio – Juventus (13/09/2009 15:00 )

    • Giornata 4
      Catania – Lazio (20/09/2009 15:00)

    • Giornata 5
      Lazio – Parma (23/09/2009 20:45)

    • Giornata 6
      Lazio – Palermo (27/09/2009 15:00)

    • Giornata 7
      Fiorentina – Lazio (04/10/2009 15:00)

    • Giornata 8
      Lazio – Sampdoria (18/10/2009 15:00)

    • Giornata 9
      Bari – Lazio (25/10/2009 15:00)

    • Giornata 10
      Lazio – Cagliari (28/10/2009 20:45)

    • Giornata 11
      Siena – Lazio (01/11/2009 15:00)

    • Giornata 12
      Lazio – Milan (08/11/2009 15:00)

    • Giornata 13
      Napoli – Lazio (22/11/2009 15:00)

    • Giornata 14
      Lazio – Bologna (29/11/2009 15:00)

    • Giornata 15
      RomaLazio (06/12/2009 15:00) Derby De’la Capitale

    • Giornata 16
      Lazio – Genoa (13/12/2009 15:00)

    • Giornata 17
      Inter Milan – Lazio (20/12/2009 15:00)

    • Giornata 18
      Lazio – Livorno (06/01/2010 15:00)

    • Giornata 19
      Udinese – Lazio (10/01/2010 15:00)

    • Giornata 20
      Atalanta – Lazio (17/01/2010 15:00)

    • Giornata 21
      Lazio – Chievo (24/01/2010 15:00)

    • Giornata 22
      Juventus – Lazio (31/01/2010 15:00)

    • Giornata 23
      Lazio – Catania (07/02/2010 15:00)

    • Giornata 24
      Parma – Lazio (14/02/2010 15:00)

    • Giornata 25
      Palermo – Lazio (21/02/2010 15:00)

    • Giornata 26
      Lazio – Fiorentina (28/02/2010 15:00)

    • Giornata 27
      Sampdoria – Lazio (07/03/2010 15:00)

    • Giornata 28
      Lazio – Bari (14/03/2010 15:00)

    • Giornata 29
      Cagliari – Lazio (21/03/2010 15:00)

    • Giornata 30
      Lazio – Siena (24/03/2010 20:45)

    • Giornata 31
      Milan – Lazio (28/03/2010 15:00)

    • Giornata 32
      Lazio – Napoli (04/04/2010 15:00)

    • Giornata 33
      Bologna – Lazio (11/04/2010 15:00)

    • Giornata 34
      Lazio – Roma (18/04/2010 15:00) Derby De’la Capitale

    • Giornata 35
      Genoa – Lazio (25/04/2010 15:00)

    • Giornata 36
      Lazio – Inter Milan (02/05/2010 15:00)

    • Giornata 37
      Livorno – Lazio (09/05/2010 15:00)

    • Giornata 38
      Lazio – Udinese (16/05/2010 15:00