Arsip untuk September, 2009

masa depan lazio

Posted in Tak Berkategori on 10 September 2009 by eko laziale

Siapakah Francesco Mancini? mungkin para Laziale Indonesia belum mengenal dengan pemain muda Primavera Lazio ini. Mancini adalah seorang pemain muda yang mengidolakan seorang Cristiano Ronaldo pemain asal Portugal yang bermain di Manchester United dan kini menjadi salah satu talenta hebat di dunia persepakbolaan Eropa bahkan Dunia.
Boleh dibilang Mancini kalah populer dengan Alessandro Tuia ataupun Mendicino namun, penampilannya di Primavera Lazio mendapat banyak pujian, terlebih setelah mencetak hatrick saat derby dengan Roma yang berakhir 3-3 pada 17 November 2008.
Pemain yang lahir pada tanggal 21-06-1990 telah menandatangi kontrak selama 5 tahun dengan klub yang telah melatihnya selama sebelas tahun dan berharap tetap di Lazio “Apa yang saya inginkan? Saya pemain baik, dan saya berharap tetap di Lazio, setelah itu kita lihat apa yang akan terjadi”.
Mancini datang ke Formello tahun 1997 setelah mengikuti jejak sepupunya Stevano Calvi (sekarang di C2 Como). semoga saja talenta Francesco Manicini bisa membawanya promosi ke skuad senior, mengikuti jejak seniornya seperti Lorenzo del Silvistri, Diakite dan yang lainnya

laziale berbaju zebra

Posted in Tak Berkategori on 10 September 2009 by eko laziale
Melawan hatinya



#fullpost {displLaga melawan Lazio nanti akan menjadi laga yang sulit untuk seorang Marco Marchionni, gelandang serang Juventus ini akan menghadapi sesuatu yang dicintai dihatinya. Ya, meski berstatus sebagai pemain Juventus namun hati Marchioni ada di kota Roma karna Marchionni adalah seorang Laziale.
Marchionni tidak bisa membohongi bila dirinya sangat mencintai sang biru langit namun sebagai seorang pemain Professional ia harus mengerjakan tugasnya, meski akan sangat mengecewakan baginya bila melihat Lazio harus kalah terutama bila seandainya lewat gol darinya.
Saat masih bermain di Parma Marchionni sempat berharap dapat membela Biancoceleste, dan kini ia sedang menikmati masanya bersama Juventus walau ia masih berharap suatu saat masih bisa berbaju biru langit. “Tentu saja, saat di Parma saya sangat berharap. Namun setelah di Juventus keinginan tersebut berkurang, karena saya menemukan tempat yang tepat. Tujuan saya adalah bertahan disini selama mungkin, tapi didunia sepakbola tidak ada yang tidak mungkin.” satu lagi keinginan seorang Marchionni adalah mencetak gol ke gawang Roma, ya sebagai seorang Laziale, adalah suatu kebanggaan dapat mencetak ke gawang klub yang menjadi rival berat tim kesayangan.
Menghadapi Lazio, Marchionni mengatakan akan sulit bagi Juve melewatinya karena Lazio sekarang memiliki tim yang sangat bagus, menurutnya Zarate adalah pemain yang mengejutkan namun Pandev adalah pemain yang paling membahayakan baginya Pandev adalah seorang Fenomenal.

Faraoni si pelari cepat.

Posted in Tak Berkategori on 10 September 2009 by eko laziale



Davide Faraoni, pemain belia berposisi bek kanan, yang mungkin akan menjadi pemain andalan di masa depan Lazio.

Musim ini Faraoni tidak dimasukkan ke skuad senior untuk serie-a karena Ballardini telah memiliki begitu banyak pemain di skuad seniornya, untuk sementara Faraoni masih berkiprah di tim primavera Lazio.

faraoni tahun ini baru saja menyelesaikan sekolahnya dan kini ia berharap segera melakukan debutnya di serie-a, impiannya adalah berhadapan dengan Totti, baginya menghentikan laju Totti akan sangat menyenangkan.

Salah satu kelebihan Faraoni adalah kecepatan yang dimilikinya, ia mampu berlari sejauh 100 m dalam jangka waktu 12 detik.

Meski dirinya diminati oleh beberapa klub seperti Manchester City, namun ia mengaku tak tertarik untuk keluar dari Lazio, mereka yang keluar dari Lazio adalah tidak bagus dan memiliki masalah, tapi tidak untuk Faraoni.

Semoga saja kita bisa melihat kiprah Faraoni di serie-a secepatnya, meski ia harus sabar mengingat posisi di bek kanan sudah ada Lichtsteiner.

ultah sang legenda

Posted in Tak Berkategori on 10 September 2009 by eko laziale

Signori sang Legenda Kaki Kiri

Hari ini kita merayakan hari ulang tahunyang ke 41 untuk seorang yang pernah menjadi bagian dalam sejarah Lazio, seorang yang pernah dilingkari ban kapten di lengan bajunya, dan seorang pernah membuat Lazio disegani di seri-a, dialah mantan striker Lazio dan Bologna Giuseppe ” Beppe” Signori.

Signori lahir pada 17 Februari di Alzano Lombardo. Tercatat selama dikarir sepakbolanya ia telah membela 10 klub yakni Leffe (1984-86), Piacenza (1986-87 and 1988-89), Trento (1987-88), Foggia (1989-92), Lazio (1992-97), Sampdoria (January-Juni 1998) and Bologna (1998-2004). lalu ia berpetualang ke Yunani di 2004, dengan Iraklis Thessaloniki, dan October 2005, ia membela Klub Hungaria Sopron sebelum akhirnya gantung sepatu.

Pada tahun 1992, Italia dikejutkan oleh seorang pemuda dengan kemampuan luar biasa, bersama pelatihnya saat itu Znedek Zeman di klub Foggia, “Beppe” (panggilan khasnya) menjadi bahan berita di media-media Italia. Saat itu Signori berposisi sebagai pemain sayap kiri yang memiliki kecepatan dan umpan-umpan yang memanjakan penyerang. Ia terkenal dengan tendangan dahsyat dari kaki kirinya.

Kemampuannya dalam menyerang membuat dirinya ber”evolusi” menjadi penyerang murni, pada tahun 1993 ia pindah ke Lazio dan penampilannya membuatnya langsung diterima hati para tifosi Lazio saat itu.

20 tahun berkecimpung di dunia sepakbola 13 diantaranya di level tertinggi Italia, ia mencetak 188 gol dibuatnya 107 gol untuk Lazio. Beppe tercatat tiga kali menjadi topskor di seri-a dan itu di lakukannya saat berseragam biru langit, yakni pada tahun 1993, 1994 dan 1996 yang terakhir ia berbagi gelar dengan Igor Protti. Gelar bersama klub ia raih saat membela Bologna saat itu ia berhasil menjuarai Piala Intertoto di tahun 1998.

Sebagai seorang pemain Signori terkenal dekat dengan para Ultras Lazio, begitu pula di Bologna. Kedua tifosi tersebut sangat mencintai pemain tersebut karena sikap profesional Signori dilapangan dan loyalitasnya bersama klub yang ia bela. Itu terbukti ketika ditahun 1995 berembus kabar bahwa manajemen Lazio akan melepas Beppe ke Parma, namun para Tifosi menolak dan meluapkan kemarahan agar Signori tetap di Lazio, namun ketika era Sven Goran Erickson, Signori tidak mendapat tempat dan karena perbedaan pandangan akhirnya ia dilepas ke Sampdoria oleh Lazio.

Signori memiliki kekhasan dalam menendang penalti, ia tidak membutuhkan banyak langkah untuk menendang penalti. ia hanya membutukan satu langkah.

Karirnya di timnas tidaklah begitu cemerlang, dikarenakan perbedaan pendapat dengan peltih italia saat itu Arigo Sacchi, yang saat itu lebih sering memasang dia sebagai gelandang. Namun meski hanya sedikit membela timnas (28) ia mampu mencetak 7 gol. salah satu momen golnya di timnas yang bersejarah adalah saat ia mencetak dua gol di Piala Dunia 1994 yang membawa Italia ke Final.

Selamat Ulang Tahun untuk salah satu legenda Lazio, semoga Lazio segera memiliki legenda seperti Signori.

paolo d’canio

Posted in Tak Berkategori on 10 September 2009 by eko laziale

Paolo Di Canio, the great…….


Paolo Di Canio bukan hanya di hati para tifosi Lazio namun juga selalu di hati publik Inggris, khususnya di hati para fan West Ham United. Di Video yang di tayangkan di internet, Henry Redknapp menceritakan beberapa episode yang terjadi di London, saat ia melatih The Hammers. Pelatih itu mengatakan bahwa Di Canio itu adalah salah satu pemain hebat yang pernah dilatihnya sekaligus seorang yang super gila.

The Story.
Salah satu kenangan yang membuat kagum Harry terhadap Di Canio adalah saat Partai menghadapi Bradford City, “saat itu kami tertinggal 4-2, dan ketika itu Di Canio dilanggar dan wasit tidak memberikan penalti kepada kami. Di Canio akhirnya duduk di pinggir lapangan dan berkata “saya tidak mau bermain lagi”, aku menyuruh dia untuk bangun karena kita sedang kalah, tetapi ia mengulangi lagi bahwa ia tak mau bermain lagi.”

Redknapp melanjutkan kisahnya bersama mantan Lazio itu “Kita harus segera mencetak gol kelima” tetapi Di Canio tetap tak bergeming. Kejadian itu dilihat para suporter dan kemudian berdiri dan mulai meneriakkan nama Paolo Di Canio. Paolo Di Canio seketika itu bangkit berdiri, kembali bermain dan mengambil bola dan mencetak gol. Menurutnya kejadian tersebut selalu terkenang, setelah itu Di Canio makin menjadi. Dua menit setelah The Hammers menyamakan kedudukan, waktu semakin habis tetapi wasit memberikan tendangan penalti untuk kami.

Frank Lampard saat itu hendak mengambil tendangan tersebut namun Di Canio merebutnya. Frank berbicara kepada Paolo agar dia saja yang mengambilnya karena waktu sudah hampir selesai. Paolo tidak mendengarkan dan bersiap lalu menendang bola sekeras mungkin dan GOL!!!. Bola masuk tepat ke gawang dan menjadikan sebuah kemenangan yang manis.

Seorang Fasisme dengan hati emas
Di Canio memang terkenal dengan karakter kerasnya, ia adalah seorang fasis dan seorang penentang. Bagi publik Curva Nord ia adalah pahlawan meski masanya di Lazio tak begitu lama namun kehadirannya selalu dikenang. meski terkenal keras namun ia memiliki hati emas, terbukti dengan sikapnya di partai melawan Everton, saat itu kiper Paul Gerrard mengalami cedera dan tergeletak dilapangan namun wasit tetap meneruskan pertandingan dan Di Canio mendapatkan kesempatan untuk mencetak gol ke gawang yang sudah lowong itu, namun dengan sikap fair play ia menghentikan pertandingan untuk memberikan kesempatan kiper Everton di periksa tim medis. Sikapnya itu membuat ia mendapatkan penghargaan FIFA FAIR PLAY AWARD.

Selalu di hati Curva Nord
Nama Di Canio tidak bisa lepas dari Ultras Lazio, sekelompok garis keras Laziale, Saat Lotito mendatangkan Di Canio ke Lazio pada bulan Agustus 2004 para tifosi sangat senang dan bahagia karena Lazio kembali memiliki seorang simbol yang sudah lama hilang sejak masa kepergian Alessandra Nesta ditahun 2002 ke Milan. Pada derby Roma
Januari (06.01.2005) ia mencetak salah satu gol kemenangan 3 – 1 Lazio atas Roma, dan ia mengacungkan salam Fasis ke arah Curva Nord pada selebrasinya. Sayang karena sikap kerasnya dan beberapa masalah dengan pelatih dan tim membuat Lotito tidak memperpanjang kontraknya, meski hanya sebentar namun hari-harinya di skuad Lazio tetap dikenang di hati Curva Nord.

10 Maret 2008, simbol Lazio itu mengumumkan untuk pensiun dari dunia sepakbola, ia pensiun karena masalah fisik setelah 2 musim membela tim seri-c Cisco Roma.

antara strker dan goal kiper

Posted in Tak Berkategori on 5 September 2009 by eko laziale

Profil : Muslera dimata Laziale

Fernando Muslera, semuanya hasil dari kesabaran

tentang Muslera
Laziale mana yang tidak mengenal Fernando Muslera, semuanya pasti akan menganggukan kepala sembari mengacungkan dua jempol saat ditanya pantaskah Muslera disebut pahlawan Lazio di Final Coppa Italia kemarin?.

Nestor Muslera, datang ke Lazio dengan plan B, setelah kegagalan transfer kiper muda Argentina, Juan Pablo Carrizo, yang juga rekomendasi dari legenda kita, Angelo Peruzzi. Sebelumnya Muslera bermain untuk tim local Uruguay, Wanderers. Muslera juga sempat menarik perhatian tim-tim seperti Benfica, Juventus, Inter, Arsenal dan klub-klub besar lainnya, namun Lazio-lah yang berhasil mendapatkan jasa-nya. Muslera memiliki tinggi ideal,190 cm, dan punya berat badan yang proporsional saat itu

Pada musim debutnya, Muslera berhasil menjadi kiper no 1 Lazio, sayangnya kemudian dia tampil nervous ketika Lazio melawan Milan, yang berakhir dengan skor 5-1 untuk keunggulan Milan. Semenjak itu,pos penjaga gawang Lazio diambil alih oleh kiper gaek,Marco Ballotta sampai akhir musim.

Akhirnya kiper yang Lazio tunggu-tunggu datang, Carrizo , dengan segudang harap dibahunya,mengambil alih posisi no 1 kiper Lazio. Sayang ,Carrizo ternyata tidak sanggup menahan beban,untuk menggantikan sosok sehebat Angelo Peruzzi, Carrizo tampil buruk. Akhirnya Muslera pada pergantian tahun 2009 kembali menjadi kiper no 1, dan hebatnya lagi, Muslera seperti tampil berbeda, sangat cekatan, dan tentunya spektakuler.

Final tak terlupakan
Pada puncaknya,dia menjadi pahlawan Lazio atas gelar Coppa Italia 2008/2009,di semifinal melawan Juventus,berkali-kali Muslera melakukan penyelamatan-penyelamatan gemilang,yang mengantar Lazio ke final untuk bertemu Sampdoria yang di semifinal mengandaskan perlawanan tim juara 3x berturut-turut Serie A,Internazionale.Di final, Muslera menjadi pahlawan dengan berhasil mem-blok 2 tendangan penalty pemain sampdoria, bahkan Muslera berhasil menebak semua arah bola penalty kecuali 2 bola yang ditendang ke tengah.
kesabaran dan keinginan kuncinya
SALUT, hanya itu yang bisa penulis katakan untuk Muslera, Muslera sabar, ketika duduk di bench, sembari menyaksikan orang yang seharusnya bisa menjadi ayahnya (Balotta.red), mengawal gawang Lazio, tanpa mengeluh sedikitpun! Muslera tidak pernah merengek sepatah katapun,, ketika Carrizo datang, malah dia mengatakan semua hal baik untuk kedatangan Carrizo dan ia pun menjalin persahabatan dengan rivalnya tersebut. Namun Muslera terus berkerja keras dalam latihan, terus membangun mentalnya, dan ketika dia sudah dipercaya, dia siap. Dimana lagi kita bisa menemukan kiper muda dengan etos kerja sehebat ini? Kiper-kiper muda sekarang kebanyakan egois,terus meminta kesempatan bermain,terus merengek, tanpa bisa memberi alasan, kenapa mereka layak untuk dipercaya !…

Muslera adalah role model jenius,bagi kiper-kiper lainnya,jangan pernah menyerah dari situasi, dan ketika dipercaya, JANGAN PERNAH SIA-SIAKAN.

Etos kerja inilah yang mungkin akan membawa Muslera menjadi sehebat Angelo Peruzzi & Luca Marchegiani. Dimulai dari gelar coppa, selanjutnya? Siapa tahu!…

Zarate Idola Tifosi


Zarate makin menunjukkan bahwa dirinya pantas menjadi idola baru para tifosi Lazio. Gol spektakulernya kegawang Cristiano Doni di partai Derby membuktikan jiwanya masih biru langit.

Mauro Zarate yang dipinjam Lazio dari al-Sadd berulang kali mengatakan bahwa ia bahagia berada di Lazio, meski sempat beberapakali tampak kesal saat dirinya di tarik keluar oleh Delio Rossi, namun keseriusan Zarate untuk mendapatkan kontrak dari Lotito sangat terlihat.

Sergio Zarate kakak dari Mauro Zarate menegaskan kepada Lotito untuk segera melakukan pembicaraan dengan Al-Sadd mengenai masa depan Zarate “Mauro ingin bertahan di Lazio, Namun Lotito harus bergerak cepat. Ada 3-4 klub yang tertarik kepada adik saya. Saya telah memberikan janji saya kepada Lazio, namun setelah tanggal 30 April maka kami bebas bernegoisasi dengan klub lain. Satu hal lagi saya menyesal Rossi menarik Zarate (pada derby kemarin) seharusnya ia (Zarate) mampu mencetak gol lagi. saya kecewa.”

Beruntung persoalan kontrak tidak berimbas pada penampilan Zarate, meski sempat sulit mencetak gol namun penampilan yang diperagakan Zarate selalu memberikan kepuasan bagi tifosi. Ini yang membuat Zarate semakin di sayangi oleh tifosi.

Derby kemarin Zarate membayar kepercayaan para Laziale dengan golnya dari jarak 28 meter. Gol itu diciptakan oleh Zarate dari luar kotak penalti kecepatan bola hasil tendangannya pun mencapai 92 km/h. Golnya itu sekaligus sebagai balasan kepada Totti yang sempat mengatakan bahwa Zarate bukanlah seorang juara, Totti mengatakan itu saat dirinya di wawancarai oleh Corrieredellosport, Zarate tidak membalas omongan totti tersebut namun meresponnya dengan sebuah gol indah di derby, dan sebaliknya Totti di partai derby tidak mampu mencetak gol melainkan hanya mampu protes kepada wasit dan mengeluarkan emosi yang tidak perlu.

Bersama duetnya Goran Pandev yang juga seroang fenomena bagi tifosi Lazio, Zarate diharapkan terus mampu menunjukkan kemampuan terbaiknya, karena dari tifosi selalu menunggu gol-gol dari mereka. Forza Lazio.

calon bintang baru lazio telah lahir

Posted in Tak Berkategori on 5 September 2009 by eko laziale

Lazio


Calon Bintang baru telah lahir
Lorenzo Cinque, pemain Primavera Lazio yang hanya menginginkan Lazio.

Cinque says no to Barcelona and Chelsea

Cinque tidak ingin menjadi Macheda yang baru, dia tidak ingin meninggalkan Lazio, meski banyak klub besar yang menginginkannya tetapi ia hanya ingin berseragam biru langit. Chelsea dan Barcelona telah mengamatinya sejak 12 bulan yang lalu, Juventus dan Inter juga meminta informasi tentangnya.
Namanya adalah Lorenzo Cinque, penyerang tengah Primavera Lazio kelahiran 1991, akan menginjak usia 18 tahun pada 22 Agustus nanti. Komitmennya pada biru langit melebihi apapun : lebih dari tawaran finansial ; lebih dari godaan klub besar.

PROFIL:
Lorenzo adalah seorang anak muda yang saat ini bermain untuk Primavera Lazio, sebenarnya ia lebih dikenal lewat olahraga renang, ia sangat ahli dalam renang, ia berhasil menang dalam kejuaraan nasional. Ia bermain sepak bola hanya untuk kesenangan.

Musim lalu ia dipromosikan ke tim Primavera, kehebatannya terhenti hanya karena nasib buruk. Ia sempat selalu menjadi starter namun pada bulan oktober ia menderita cedera kaki dan dipaksa untuk beristirahat selama sebulan, namun karena kurangnya waktu istirahat ia kembali cedera dan keluar lapangan selama lebih dari satu bulan. Sekarang ia kembali dan fit, musim depan ia akan menjadi protagonist di tim Primavera.
Mantan pemain pro-Diesse Sabatini mengungkapkan kepadanya disuatu hari “Segera, kau akan mengenakan seragam biru langit, satu hal yang paling penting.”

Saat ini ia belum mendapatkan kontrak professional, menurut aturan liga Italia, Lorenzo baru bisa dikontrak pada bulan Agustus nanti saat berusia 18 tahun nanti, dan semoga saja kisahnya tidak akan seperti Macheda lagi, karena dia adalah salah satu harapan Lazio, dan para Laziale.