Arsip untuk November, 2009

Bidone D’oro untuk baptista

Posted in UlTras lazio with tags , , on 22 November 2009 by eko laziale

Dalam sepak bola kita pasti mengenal berbagai macam penghargaan seperti: gelar pemain terbaik atau biasa kita sebut ballone d’oro,tapi kali ini ada penghargaan untuk para pemain terburuk dan salah satunya adalah pemain “Asu Rioma Merda” ..

Mungkin kita pernah tahu” julio merda baptista” sosok yang mencetak gol kemenangan atas Asu Roma Merda vs lazio dimusim lalu,kini baptista menjadi salah satu kandidat pemain terburuk di SERI A,untuk para laziale mari kita dukung sepenuhnya baptista Merda untuk menjadi pemain terburuk di seri A,caranya dengan klik link disamping ini [Bidone d’oro ataugelar pemain terburuk di SERI A] dan dukung baptista caranya dengan mengeklik bulatan didepan nama baptista,supaya baptista menang dan mendapatkan gelar itu.

di skuad lazio musim lalu juga ada yaitu juan pablo carizzo.namun kini ia tidak berada lagi di lazio jadi lupakan dulu,kini ayo ramai-ramai dukung baptista “srigala pesakitan dari RIOMA MERDA”!!!!!!

Antara Nesta dan Curva Nord

Posted in UlTras lazio with tags , , , on 21 November 2009 by eko laziale

Sungguh aneh melihat massimo oddo dan giuseppe favali berlari menghampiri curva nord,di stadion olimpico saat pertandingan antara lazio VS milan,minggu 8 nov 2009 tanpa diikuti nesta.Padahal nesta juga termasuk eks pemain “il biancoceleste”.

kejadian ini memunculkan pikiran bahwa nesta tidak lagi memiliki hubungan yang spesial dengan para laziale,padahal seperti yang kita ketahui bahwa nesta adalah mantan kapten lazio.Dia pernah menjadi icon klub sebelum akhirnya hengkang ke milan pada musim 2002/2003.

Nesta merupakan seorang pemain yang periang,jujur dan bahkan karena kejujuranya sering di buat menderita,dia berkembang menjadi pemain lazio sejak 1985,saat masih remaja.pada tahun 1993 adalah masa dimana dia mengawali karier di seri A bersama SS.Lazio.

Bersama nesta,lazio pernah meraih prestasi yang membanggakan,scudeto 2000,piala italia 1998 dan 2000,piala super italia 1998 dan 2000,piala winner 1999 serta piala super eropa 1999 adalah sederet gelar yang ikut diberikan nesta bersama lazio.

Suatu kali,saat montella mencetak tiga gol saat derby dengan ass.rioma merda,keesokan harinya nesta menghadapi sendirian protes para laziale,tifosi yang marah itu bahkan mencoba menyerangnya.Nesta selalu terikat dengan klub lamanya,bahkan ketika dirinya dijual ke milan,dia menerima semua protes yang ditujukan kepadanya dan akhirnya pergi.

Menyimak kembali cerita-cerita nesta saat bersama lazio,sungguh aneh jika melihat hubungan yang janggal antar Nesta dan Curva Nord.klub harus menghormati semua kenangan indah yang diberikan mantan pemain istimewanya itu,Nesta merupakan bagian penting dalam sejarah perjalanan lazio di seri A maupun eropa.

Saya tidak tau bagaimana perasaan nesta dan apa yang di pikirkan para tifosi fanatik lazio,karena saya hanya tahu sedikit,jelas saya tidak punya banyak alasan untuk ikut campur.Tapi,yang jelas,melihat seorang pemain istimewa tidak berhubungan hangat lagi dengan mantan tifosi yang dulu sangat memujanya,membuat saya tergerak untuk menulis tentang “alessandro nesta”.

“sepak bola hidup dalam dunia kecilnya,tidak ada yang tidak bisa dilupakan.penyasalan mungkin masih ada,tapi bisa dikesampingkan,karena itulah saya bersikeras untuk para laziale buat membuka pintu maaf buat Nesta,lazio adalah rumah Nesta,dia ingin banyak orang menunggu dan menyambutnya dengan hangat disana….

Nesta adalah kebanggan akademi sepak bola lazio……….

Belum ada sosok bek yang setangguh Nesta………

dia pernah didera cedera tapi bangkit untuk menghadang terjangan striker-striker lawan……..

jangan melihat sosok Nesta disaat dia pergi…….

tapi ingat aksinya saat bertanggung jawab ketika ban kapten masih dilenganya……..

walaupun perjuangan itu tidak lepas dari rekan satu tim,tapi Nesta melengkapi dengan kepemimpinanya…….

forza lazio…………

 

 

Sebuah pertanyaan ???

Posted in Tak Berkategori with tags , , , on 19 November 2009 by eko laziale

Ada hal yang menurutku lebih penting yang harus kutulis disini secepatnya,yaitu sebuah pertanyaan yang tak pernah aku temukan jawabanya.

Pertanyaan sulit itu adalah:Berapa lama lagi allah memberiku waktu untuk hidup di dunia yang begitu indah ini ?

Sebuah pertanyaan itu kemudian mengundang terciptanya pertanyaan-pertanyaan lain yang tak kalah sulit:___sempatkah aku ikut kumpul blogger 10′ ? sempatkah aku memajukan pola pikirku ? sempatkah aku membahagiakan anak dan istri tercintaku ? sempatkah aku mendapat pekerjaan yang layak ? mampukah aku menjadi seorang penyuluh pertanian seperti yang aku cita-citakan ? sempatkah aku membahagiakan orang tuaku yang hanya tinggal satu karena bapakku sudah tiada ? sempatkah istriku bangga padaku ? sempatkah aku memiliki cucu ? sempatkah aku melihat Lazio scudeto untuk yang ketiga kalinya ? sempatkah…sempatkah….dan sempatkah-sempatkah yang lain yang tak terhingga banyaknya

Sobat,kalau kau tahu jawabanya,tolong beri tahu aku secepatnya!!?!

The Legend

Posted in UlTras lazio with tags , on 16 November 2009 by eko laziale
Lazio Legend
ekolazialeGiuseppe “Beppe” Signori lahir pada tanggal 17 Februari 1968 di Alzano Lombardo, Italia. Beppe Signori adalah mantan pemain sepakbola yang menjadi salah satu legenda hidup Lazio.dia adalah maskot lazio. Dia merupakan salah satu penyerang yang pernah tercatat sebagai top skor (cappocanonieri) dalam sejarah Liga Italia Serie A. Beppe dianggap sebagai salah satu pemain sepakbola terbaik di dunia, walaupun dia tidak pernah mendapatkan dan memberikan gelar untuk timnya.

Kelebihan Beppe Signori sebagai pemain sepakbola adalah larinya yang cepat dan kaki kirinya yang sangat mematikan. Pada awal karirnya, dia bermain sebagai gelandang sayap kiri. Hal ini karena dia memiliki umpan silang yang akurat dan kecepatan larinya yang diatas rata-rata pemain lainnya.

Di level klub, Beppe Signori bermain untuk Leffe (1984-1986), Piacenza (1986-1987 dan 1988-1989), Trento (1987-1988), Foggia (1989-1992), Lazio (1992-1997), Sampdoria (Januati-Juni 1998), dan Bologna (1998-2004). Di penghujung karirnya, Beppe Signori mencoba peruntungannya di luar Italia, dia bermain untuk Iraklis Thessaloniki (klub Yunani), pada tahun 2004. Pada Oktober 2005, Beppe Signori menandatangani kontrak 1 tahun dengan MFC Sopron, klub dari Hungaria. Klub asal Hungaria iitu adalah klub terakhirnya Beppe Signori.

Beppe Signori menjadi top skor di Liga Italia Serie A sebanyak 3 kali, yaitu pada tahun 1993, 1994, dan 1996. Pada tahun 1996, Beppe Signori menjadi top skor Serie A bersama Igor Protti. Secara keseluruhan, dia mencetak 188 gol di semua divisi profesional sepakbola Liga Italia. Pada musim panas 1995, muncul desas-desus bahwa dia akan dijual oleh Lazio ke A.C. Parma, tetapi akhirnya transfer itu dibatalkan karena berita kerusuhan dan tekanan dari fans Lazio kepada manajemen klub.

Di level timnas, Beppe Signori tidak bisa menularkan kehebatannya ketika dia membela klub. Hal ini disebabkan karena perbedaan filosofi antara dia dengan pelatih Timnas Italia saat itu, Arrigo Sacchi. Arrigo Sacchi lebih suka memainkan Beppe Signori di lini tengah. Hal inilah yang membuatnya tidak bisa berkembang. Beppe bermain untuk timnas Italia sebanyak 28 kali dan mencetak 7 gol. Satu-satunya turnamen besar yang pernah diikuti Beppe adalah Piala Dunia FIFA 1994 di Amerika Serikat, dimana ketika itu dia ikut andil besar dalam 2 gol penting timnas Italia.

Salah satu hal yang paling saya suka dari Beppe Signori adalah gayanya yang sangat unik dalam mengambil tendangan penalti. Dia selalu berdiri disamping bola, tanpa ancang-ancang (seperti kebanyakan pemain sepakbola lainnya) dan langsung menendang. Setelah pensiun, Beppe bekerja sebagai cendekiawan sepakbola Serie A di Radio RAI, Italia. Pada tahun 2008, ia berhenti bekerja di RAI Radio, dan bergabung dengan klub Ternana Calcio, sebagai Direktur Tim Sepakbola.

Kami sebagai laziale berharap kapankah muncul reinkarnasi “beppe signori” di team yang kami banggakan SS.Lazio….
Forza Lazio

Lazio dalam berita

Posted in UlTras lazio with tags on 16 November 2009 by eko laziale

ekolaziale  arny+monotseorang pemain yang dianggap pengkhianat dan diasingkan Lazio, Goran Pandev mencetak dua gol melalui titik putih bagi Makedonia, saat negaranya itu mengalahkan Kanada (13/11) dengan skor 3-0 dalam laga uji coba.

Bek Lazio, Davide Faraoni berharap dirinya pada Januari nanti dapat segera pulih dari cedera yang dialaminya sejak September lalu. Pemain binaan Primavera Lazio itu cedera saat melakukan latihan.

Presiden FIGC membantah bahwa Zarate telah dihubungi mereka untuk memikirkan dirinya agar dapat berkostum Azzurri. Menurutnya, tak ada satupun orang dari FIGC yang menghubungi Zarate ataupun saudaranya mengenai masalah itu.
“Saya tidak tahu siapa yang telah berbicara kepada Zarate atau mengatakan kepada saudaranya (Agen Zarate) untuk mengungkapkan masalah itu,” kata Abete seperti dikutip oleh sportal.it.

Lazio terus mengejar bek Gremio, Balikka Humberto Alves. Direktur Lazio, Igli Tare bahkan telah terbang ke Brazil untuk menemui agen sang pemain guna membicarakan perihal kelanjutan transfer tersebut.

Lates news

Posted in UlTras lazio with tags , , on 15 November 2009 by eko laziale

boksicalenMantan pemain Lazio, Alen Boksic berharap bekas timnya itu bisa segera menemukan masalah yang dihadapi dan mendapatkan solusi untuk mengatasinya.
“Saya sendiri kesulitan mencari penjelasan mengenai situasi sulit ini,” kata Boksic yang dilaporkan TuttoNapoli.net, Jumat (13/11).

Baca lebih lanjut

Preview Lazio VS Milan

Posted in UlTras lazio with tags , , , on 8 November 2009 by eko laziale

ekolazialeMinggu 8 november 2009 21.00 wib lAZIO KEDATANGAN TAMU i rossoneri,tim yang ditukangi oleh Leonardo ini terus menunjukkan peningkatan sejak hasil buruk yang menimpa mereka di awal musim. Milan kini berada di papan atas, yang berbanding terbalik dengan kondisi tim tuan rumah..
Baca lebih lanjut