Fenomena Lazio


Roma: Lazio kian memantapkan posisinya di puncak klasemen sekaligus melebarkan jarak dengan AC Milan dan Inter Milan. Dalam lanjutan kompetisi Serie A di pekan kedelapan yang berlangsung di Olimpico, Roma, Minggu (24/10) siang waktu setempat, Biancocelesti meraih kemenangan tipis 2-1 (1-0) dari tamunya Cagliari.

Kedua gol kemenangan Lazio dicetak Sergio Floccari di menit ke-21 dan Stefano Mauri di menit ke-53. Sementara gol balasan Cagliari dihasilkan Alessandro Matri di menit ke-59. Dengan tambahan tiga poin, Lazio mengumpulkan 19 poin hasil dari 8 partai atau unggul lima angka dari Rossoneri dan Nerazzurri yang baru akan bertanding pada Senin (25/10) dan Minggu (24/10) malam waktu setempat.

Lazio unggul empat poin di puncak klasemen sementara Seri A setelah menang kandang 2-1 atas Cagliari sedangkan Inter Milan ditahan 1-1 ketika menjamu Sampdoria, Minggu.

AC Milan dapat mendekatkan jaraknya dengan dua poin bila mereka menang melawan Napoli pada laga Senin malam.

Inter nyaris kalah laga kandang dalam tiga tahun pertandingan liga, ketika Stefano Guberti memberi angka kepada tim tamu tetapi Samuel Eto`o yang menciptakan golnya yang ke-15 dalam 13 pertandingan semua kompetisi membuat angka menjadi sama.

Bek tengah dari Argentina Walter Samuel mengatakan, ia tidak begitu terkesan dengan laju Lazio pada awal kompetisi ini.

Semua yang di katakan bek yang sekarang tidak hebat lagi karena samuel merupakan mantan pemain AS.RIOMA MERDA, yang merupakan musuh abadi daro Lazio,,,FUCK SAMUEL.

Pelatih Samp Domenico Di Carlo merasa bahagaia dengan poin yang didapat mereka, karena bergerak ke arah tempat kualifikasi Eropa.

“Inter merupakan tim terbaik di Eropa, kami bersiap dengan baik, kami mengawalinya dengan bagus, tetapi Inter akan memukul kita setiap kali kita lengah pada posisi kita,” katanya.

“Mereka tim kuat dan bila akselerasi mereka bagus maka amat sulit mengalahkan mereka,” katanya.

Bek tengah Brazil Lucio pertama kali memiliki peluang pada menit ke-10 tetapi Gianluca Curci dengan sigap melakukan penyelamatan tendangan jarak dekat itu.

Sampdoria gantian mengancam ketika Antonio Cassano melambungkan bola ke gawang tetapi ditepis Guberti kembali ke daerah berbahaya dan Giampaolo Pazzini menyambar bola melewati Walter Samuel, tetapi si kulit bundar melayang ke arah tangan penjaga gawang Julio Cesar.

Pemain remaja dari Brazil Coutinho melakukan gebrakan dari sisi kiri tetapi Curci dengan cepat keluar dari sarangnya dan menendang bola yang melayang ke arah Eto`o, tetapi bola dari kaki Eto`o menyambar jala gawang dari bagian luar.

Inter kembali menekan lawan setelah turun minum, ketika Coutinho membuka serangan dan mengirimkan bola kepada rekannya Maicon tetapi Luciano Zauri menggagalkan serangan itu dengan menghalau bola dari garis gawang.

Samp melaju pada menit ke-62 ketika Cassano melewati Cristian Chivu dan meneruskan bola kepada Guberti yang dengan berakrobat melancarkan tendangan dan kendati Cesar mampu menggapai tapi bola dengan cepat melaju ke dalam gawang.

Inter menyerang lagi ketika Cautinho menembak dan Curci menyelamatkan bola menggunakan kakinya sedangkan Wesley Sneijder menendang melebar ke luar batas gawang.

Samp mendapat pukulan ketika Curci harus keluar lapangan karena cedera paha dan penggantinya Junior Da Costa mendapat risiko dengan memungut bola dari dalam gawangnya 10 menit menjelang pertandingan usai.

Coutinho, yang menyebabkan selalu timbul masalah bagi lawan, melayangkan bola dari sisi kiri dan Eto`o yang berada dekat gawang dengan jitu menyelesaikan tugasnya.

Inter seharusnya mendapatkan angka tetapi tembakan Lucio melebar dari batas gawang.

Mimpi Lazio pada awal musim ini berlanjut ketika mereke menenggelamkan lawan mereka dari Sardinia, yang duduk dengan cemas pada urutan kedua dari bawah setelah kemenangan pertama dari delapan laga – memenangi pertandingan 5-1 atas Roma.

Menampik berkomentar

Kendati posisi mereka sudah di puncak, tetapi pelatih Lazio Edy Reja menolak untuk berkomentar lebih jauh.

“Bukan waktunya mengomentari hal itu sekarang tetapi kami sudah menunjukkan bahwa kami berada di urutan puncak,” katanya.

“Saya mengucapkan selamat kepada para pemain saya, kendati mereka membuat masalah di antara mereka sendiri,” katanya.

“Setelah gol Cagliari, yang lahir akibat kurangnya pengawasan kami, terlalu banyak rasa khawatir dan takut. Ini tidak harus terjadi pada tim papan atas,” katanya.

Sergio Floccari mendapat peluang positif pada awal permainan. Ia menjebloskan bola pada menit ke-21 setelah bola jatuh di dekatnya, setelah sebelumnya dua usaha Hernanes diblok lawan.

Stefano Mauri menggandakan pada menit ke-53 dengan cara amat beruntung, ketika ia terjatuh dan bola tendangan bebas menerpa perutnya dan masuk ke dalam gawang.

Gebrakan Alessandro Matri dari umpan Andrea Cossu enam menit kemudian membuat Lazio berbeda angka dengan lawannya.

Saingan sekota Lazio, Roma, yang tampil tidak menentu pada awal musim berlanjut ketika mereka ditahan imbang 0-0 oleh tim papan bawah Parma.

Juventus gagal naik ke urutan tiga besar karena mereka ditahan imbang 0-0 di Bologna.

Tim tamu memiliki peluang mendapatkan angka pada menit ke-34 setelah terjadi penalti yang dipertanyakan karena Milos Krasic kelihatan melakukan “diving” di dalam kotak.

Keadilan muncul, karena penjaga gawang Italia Emiliano Viviano berhasil menjinakkan tendangan Vincenzo Iaquinta dari titik putih.

 

Satu Tanggapan to “Fenomena Lazio”

  1. forza inter,, forza lazio from inter fans (ici)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: