Sekilas Derby della Capitale

Posted in UlTras lazio with tags , , on 7 Maret 2011 by eko laziale

the Derby della Capitale yang juga dikenal dengan sebutan il Derby Della Capitale, Derby del Cupolone, atau The Rome Derby dalam bahasa Inggris, adalah pertemuan antara tim sepak bola yang berbasis di ibu kota Italia, Roma. SS Lazio dan AS Rioma adalah kedua tim yang dimaksud.

Pertandingan ini telah dinilai sebagai derby paling sengit di Italia dibandingkan derby lokal lainnya seperti Derby della Madonnina (Milan) dan Derby della Mole (Turin), dan telah menjadi salah satu derby ibu kota terbesar dan terpanas di Eropa. Hal ini secara historis telah ditandai dengan kehadiran massa yang besar di stadion, panasnya persaingan, dan tentu saja kekerasan seperti aksi rasis saat pertandingan yang terjadi akhir-akhir ini.

Dua insiden ekstrim telah meninggalkan jejak buruk pada sejarah derby ini. Pada tahun 1979, seorang pendukung Lazio, Vincenzo Paparelli dipukul di bagian mata dan terbunuh oleh mercon yang ditembakkan oleh seorang pendukung Rioma dari ujung stadion. Ia menjadi korban tewas pertama akibat kekerasan di sepak bola Italia, pada derby berikutnya para ultras Lazio membalas dengan membunuh fans Rioma.Pada tahun 2004 sebuah peristiwa yang tak terduga terjadi ketika pendukung ultras Rioma memaksa permainan untuk ditunda setelah tersebar desas-desus palsu bahwa seorang anak telah dibunuh oleh polisi sebelum awal permainan.

Dalam derby terakhir pada bulan Desember 2009 musim lalu, wasit juga terpaksa harus menghentikan pertandingan selama sekitar tujuh menit pada saat pertandingan masih berjalan 13 menit di babak pertama. Pemicunya adalah kembang api yang dilemparkan ultras Lazio ke dalam lapangan.


Pendukung Lazio saat derby Roma
RIVALITAS YANG SUDAH MENJADI KEBUDAYAAN

Penduduk Roma sepertinya ingin mengatakan kepada dunia bahwa Derby della Capitale lebih dari sekedar permainan. Klub AS Rioma didirikan sebagai hasil penggabungan dari tiga tim, Roman, Alba-Audace dan Fortitudo, yang merupakan perintah dari rezim fasis yang berkuasa dan diprakarsai oleh Italo Foschi. Hal itu disengaja oleh diktator fasis Benito Mussolini untuk membuat sebuah klub asal Roma yang kuat untuk menantang dominasi klub utara. Namun berkat pengaruh salah satu Jendral Fasis, Giorgio Vaccaro, Lazio memberanikan diri menjadi satu-satunya tim utama dari Roma yang menolak merger tersebut, yang kemudian membuat semacam persaingan dengan AS Roma dari tahun ke tahun.

Pertandingan pertama antara kedua tim diselenggarakan pada tanggal 8 Desember 1929 dan Roma berhasil keluar sebagai juaranya dan persaingan dengan cepat tumbuh di antara kedua tim. Sebenarnya penggemar kedua tim memiliki kesamaan yang dasar yaitu sangat membenci arogansi tim utama Italia bagian utara. Namun karena fakta bahwa Lazio dan Rioma tidak banyak memenangkan piala dibandingkan dengan raksasa dari utara, maka derby ini seperti menjadi pelampiasan bagi mereka untuk membuktikan siapa yang paling dominan di ibukota. Ketidakmampuan mereka untuk dominan di Italia dialihkan untuk menguasai Roma.

Pandangan kedua pendukung yang sempit semakin memperpanas persaingan. Mereka menganggap pertandingan ini sebagai pertempuran antara dua klub untuk memperjuangkan hak untuk mewakili kota-kota di seluruh negara.

Selain itu, penyebab lainnya adalah mengenai asal usul kedua tim. Lazio yang didirikan di distrik Prati pada awalnya berlatih dan bermain di lapangan Rondinella. Sedangkan Roma mulai bermain di Motovelodromo Appio dan kemudian ketika stadion baru mereka selesai dibangun, mereka pindah ke sekitar Testaccio. Hal ini membuat pernyataan ironis, yang dikenal sebagai Sfottò, yang berbicara pada asal usul pendukung kedua tim. Laziale dianggap sebagai orang luar karena mereka diduga berasal dari luar kota Roma. Namun mereka menjawabnya dengan menyatakan bahwa Lazio masuk ke Roma pada tahun 1900, lebih cepat dari AS Rioma yang baru didirikan pada tahun 1927.

Derby Roma juga telah menjadi tempat aksi yang berkaitan dengan politik, sosial dan ekonomi dari beberapa basis pendukung. Kelompok ultras Lazio sering menggunakan swastika dan simbol fasis di spanduk mereka dan mereka telah memperlihatkan perilaku rasis dalam beberapa kesempatan selama pertandingan. Terutama pada derby musim 1998-99 ketika Laziale membentangkan sebuah spanduk berukuran 50 meter bertuliskan, “Auschwitz is your town, the ovens are your houses”. Pemain berkulit hitam dari Roma adalah sasaran dari perilaku rasis dan ofensif tersebut.

Sebuah banner kelompok ultras Lazio juga pernah memajang tulisan “Team of blacks followed by Jews” untuk membalas kelompok ultras Rioma yang sebelumnya mengejek dengan tulisan “Team of sheep followed by shepherds”. Pada tahun 2000 pendukung Lazio menunjukkan dukungan mereka untuk kelompok nasionalis Serbia dan penjahat perang Arkan.

Secara resmi, pihak klub telah menjauhkan diri dari pendukung-pendukung semacam ini, yang membentuk kelompok-kelompok minoritas bergaris keras, dan berjuang untuk memerangi tindakan-tindakan mereka yang merugikan.
KERIBUTAN DI MUSIM SEMI 2004

Derby pada tanggal 21 Maret 2004 terpaksa harus terhenti pada empat menit memasuki babak kedua, dengan skor sementara 0-0, ketika huru-hara pecah di tribun penonton dan presiden Liga Sepakbola Italia, Adriano Galliani, memerintahkan wasit Roberto Rosetti untuk menangguhkan pertandingan.

Kerusuhan, yang diwarnai saling melempar kembang api, dimulai dari penyebaran desas-desus bahwa seorang anak laki-laki tewas tertabrak mobil polisi di luar stadion. Cerita ini cepat menyebar ke para pemain ketika tiga pemimpin kelompok ultras LAZIO berjalan memasuki lapangan untuk berbicara dengan Francesco Tot**, kapten Rioma. Mereka mengancam Totti, yang terdengar di siaran TV sebagai sebuah ancaman kematian. Tot** kemudian meminta untuk menghentikan pertandingan, dan Adriano Galliani yang dihubungi oleh wasit melalui telepon selular dari lapangan akhirnya memerintahkan permainan ditunda.

Setelah itu pertempuran berkepanjangan antara para penggemar dan polisi pun terjadi, beberapa stan yang berdiri dibakar dan orang-orang berlarian keluar stadion. Kerusuhan akhirnya berakhir dengan 13 orang diamankan dan lebih dari 170 polisi mengalami luka-luka. Polisi terpaksa harus memakai gas air mata setelah penggemar terus-terusan melempar kembang api dan mulai membakar mobil dan sepeda motor di luar stadion.

Ternyata rumor kematian anak yang menjadi pemicu kerusuhan itu adalah palsu. Banyak teori muncul untuk menjelaskan mengapa sekelompok ultras menginginkan permainan saat itu dihentikan. Diyakini bahwa ultras hanya ingin menyerang polisi, dan memberikan kesempatan untuk mendemonstrasikan kekuasaan mereka.

Pertandingan itu diulang pada tanggal 28 Maret dan berakhir imbang 1-1 tanpa terjadi masalah. Hasil imbang tersebut membuat Rioma telah menyia-nyiakan kesempatan terakhir mereka untuk mengejar pemimpin Serie A saat itu AC Milan. 

Iklan

JAKET LAZIO INDONESIA

Posted in UlTras lazio with tags on 25 Januari 2011 by eko laziale

Jacket Eko’s Collections 

1. barang preorder bukan ready stok2.
WAKTU PRODUKSI: 2-4 minggu (konfirmasi).
3. Prize : 135.000 ( belum termasuk ongkir )
4. full bordir Komputer Depan Belakang

SIZE (patokan jaket original adidas asian size)

XS : panjang = 60 ; Lebar = 44; Panjang Lengan = 57

S : Panjang = 63 ; Lebar = 48 ; Panjang Lengan=59

M : Panjang = 66 ; Lebar = 52 ; Panjang Lengan = 61

L : Panjang = 69 ; Lebar = 56 ; Panjang Lengan = 63

XL : Panjang = 72 ; Lebar = 60 ; Panjang Lengan = 65

XXL : Panjang = 74 ; Lebar = 64 ; Panjang Lengan = 67

XXXL : Panjang = 75 ; Lebar = 68 ; Panjang Lengan = 69

Minat ?
Langsung hubungi (sms/call): Eko 085865399657

lihat selengkapnya :

Derby della capitale

Posted in UlTras lazio on 5 November 2010 by eko laziale

“The Derby della Capitale is “much more than just a game”. The derby has been historically marked by massive crowds, excitement, violence and – recently – racist banners in the crowd.”

Derby della Capitale yang artinya derby ibukota, yang juga dikenal sebagai il Derby Capitolino dan Derby del Cupolone atau Derby kota Roma adalah sebuah derby terpanas di Italia antara dua buah klub sepakbola terbesar di kota Roma. Adalah SS Lazio dan AS Roma yang memiliki para pendukung fanatik hingga menjadikan derby ini sebagai sebuah pertaruhan gengsi dengan ciri khas tngkat keramaian, kehebohan, kerusuhan yang sangat tinggi.

Derby della Capitale di Stadion Olimpico, Roma ini terbagi menjadi 2 kubu yang mendukung masing-masing klub SS Lazio dan AS Roma. Ultras Lazio menempati Tribun Utara atau dikenal sebagai Curva Nord, sedangkan ultras Roma di Tribun Selatan (Curva Sud).

Rivalitas kedua ultras Lazio dan Roma ini memiliki sejarah cukup kelam, dimana dala derby ini pernah terjadi sebuah insiden yang telah memakan koban jiwa akibat kerusuhan ekstrim di tahun 1979. Yakni saat salah satu suporter Lazio, Vicenzo Paparelli tewas akibat lemparan petasan oleh fans Roma. Kerusuhan di tahun 2004 juga pernah terjadi hingga presiden Sepakbola Liga Italia saat itu, Adriano Galliani memberi perintah kepada wasit untuk menghentikan pertandingan yang telah berjalan setengah pertandingan.

Untuk sejarah pertemuan kedua klub tersebut, berdasarkan wikipedia total pertandingan yang telah mempertemukan kedua klub ibukota tersebut telah mencapai tota 161 pertandingan, dengan Lazio memenangkan 44 pertandingan, seri 59 pertandingan dan kalah 58 pertandingan.

berikut adalah data statistik Derby della Capitale serta beberapa catatan rekor pertemuan kedua tim tersebut. (sumber : Wikipedia)

  1. Derby pertama dilangsungkan pada tanggal 8 Desember 1929, yang berakhir 1-0 untuk kemenangan Roma, gol dicetak oleh Rudolfo Volk.
  2. Lazio memenangkan Derby pertama kali pada tanggal 23 Oktober 1932, dengan skor 2-1 oleh Demaria, Castelli (L) dan Volk (R).
  3. Tanggal 29 November 1953 adalah pertama kali Derby della Capitale dilangsungkan di Stadion Olimpico, Roma, yang berakhir dengan kedudukan seri 1-1, gol oleh Carlo Galli (R) dan Paquale Vivolo (L).
  4. Kemenangan terbesar Roma adalah di tahun 1933/1934 dengan skor 5-0, sedangkan kemenangan terbesar Lazio yaitu di tahun 2006/2007 dengan skor 3-0
  5. Lazio mencetak rekor dengan membubuhkan kemenangan beruntun terbanyak dalam satu musim penuh yakni 4 kali derby di musim 1997/1998 dengan 2 kemenangan liga (3-1 dan 2-0) serta 2 kemenangan di perempat final Coppa Italia (4-1 dan 2-1)

Rekor Pemain

  1. Fransesco Totti adalah pemain yang paling banyak melakoni Derby della Capitale, sebanyak 27 partai. Pemain Lazio yang paling banyak bermain dalam Derby della Capitale adalah Aldo Pulcinelli dan Guiseppe Wilson, yakni sebanyak 19 partai.
  2. Dino Da Costa dan Marco Delvecchio adalah pemain yang paling banyak mencetak gol pada Derby della Capitale dengan 9 gol. Sedangkan untuk pemain Lazio terbanyak adalah Silvio Piola dengan 6 gol.
  3. Vincenzo Montella mencetak rekor dengan gol terbanyak dalam satu partai derby, yakni saat mencetak 4 gol pada derby tanggal 11 Maret 2002 saat mengalahkan Lazio 5-1.
  4. Arne Selmosson adalah satu-satunya pemain yang pernah mencetak gol dalam Derby untuk SS Lazio dan AS Roma.
  5. Beberapa nama pemain yang pernah membela Lazio ataupun Roma dalam Derby della Capitale ini, yakni Fulvio Bernardini, Luigi Di Biagio, Attilio Ferraris IV, Diego Fuser, Lionello Manfredonia, Sinisa Mihajlovic, Angelo Peruzzi, Arne Selmosson, Sebastiano Siviglia dan Roberto Muzzi.

 

Angelo Peruzzi, Diego Fuser dan Sebastiano Sivigila adalah beberapa
nama yan pernah membela SS Lazio dan AS Roma dalam Derby della Capitale

 

” Pray For Indonesia “

Posted in UlTras lazio on 1 November 2010 by eko laziale


Bencana alam yang melanda Warga Yogyakarta dan sekitarnya di lereng gunung Merapi pada 26 Oktober 2010, menggerakan kami, segenap pengurus LAZIO INDONESIA untuk meluncurkan bantuan tanggap darurat.

Dengan bertepatan diadakannya Gathering Nasional Lazio Indonesia yang ke 2 pada tanggal 6 November 2010 yang bertempat di Pantai Parangtritis, Yogyakarta, kami akan mengadakan kegiatan sosial yang bertajuk “Berbagi Kasih bersama Lazio Indonesia untuk Merapi” yang diperuntukkan untuk membantu korban korban bencana Letusan Gunung Merapi.

Adapun bantuan yang akan kami berikan adalah dalam bentuk Pakaian pantas pakai, Sembako dan Uang untuk membantu kehidupan para korban bencana di posko-posko pengungsian korban bencana alam.

Kami mengundang seluruh anggota LAZIO INDONESIA maupun diluar anggota LAZIO INDONESIA untuk dapat berpartisipasi dalam kegiatan ini. Dukungan dapat diberikan secara langsung maupun tidak langsung.

Dukungan langsung dapat diberikan dengan hadir dalam acara yang setidaknya akan dilaksanakan pada tanggal 7 November 2010 di posko-posko pengungsian di sekitar lereng Gunung Merapi.

Sedangkan dukungan tidak langsung dapat berupa penyaluran pakaian bekas yang pantas pakai, sembako, maupun dalam bentuk uang yang akan kami berikan secara langsung kepada korban-korban bencana alam tersebut.

Bantuan dalam bentuk PAKAIAN BEKAS PANTAS PAKAI dan SEMBAKO dapat disalurkan kepada kami dengan menghubungi saya sebagai koordinator bantuan bencana alam di 0856 4707 9439 (Sdr. Septian Ady Nugraha).

Sedangkan bantuan dalam bentuk UANG, dapat anda salurkan melalui rekening dibawah ini :

Bank Mandiri Cab. Wisma Tugu

a.n Septian Ady Nugraha – 156.0000.138257

Bank BCA Cab. Wolter Monginsidi

a.n Septian Ady Nugraha – 5240.1889.04

Kami segenap pengurus Lazio Indonesia turut berduka cita atas semua musibah yang terjadi di Indonesia, dan selalu berdoa agar Negara kita semakin dijauhkan dari segala marabahaya dan musibah.

Atas perhatiannya dan segala bentuk partisipasi dari semua yang telat turut dalam kegiatan ini kami ucapkan banyak terima kasih.

Salam hangat,

Perwakilan dari Lazio Indonesia

Koordinator Penggalangan Dana Bencana Alam

Septian Ady Nugraha

0856 4707 9439

MAU !!!!!!

Posted in UlTras lazio on 1 November 2010 by eko laziale

Mengingat akan diadakanya Gathnas Lazio Indonesia Dipantai parang kusumo Jogja pada tanggal 6 – 7 November, kami sebagai lazio indonesia region kudus turut berpartisipasi.

Untuk itu kami mendesign kaos, bagi para laziale yang berminat bisa kontak kami, kaos bukan ready stock melainkan pre order.

adapun contoh yang sudah jadi :

ArnySulistiyowati Arni M

evi zulianaEvi Zuliana

Bahan : Cotton Combed
Sablon : Rubber

Cara Pemesanan :
1. Barang preorder bukan ready stok
2. Minimal kuota 24 pcs
3. WAKTU PRODUKSI: 2-4 minggu.
4. Prize : 65.000 (exclude ongkir)
5. pembayaran di buka setelah memenuhi kuota

Contact Person : 089668151030 ( Devi )

SIZE
S = Lebar 44 : Panjang 64
M = Lebar 48 : Panjang 68
L = Lebar 52 : Panjang 72
XL = Lebar 56 : Panjang 76
XXL = Lebar 58 : Panjang 78
* Untuk size XL keatas biaya tambahan Rp.10.000

Mohon untuk mengisi data pemesan dibawah ini,

Nama :
Jumlah brg yg dipesan :
Size :
No gambar yg dipesan:
Alamat lengkap:
laziale region :
No. hp :
Email :
Setelah mengisi data2 diatas..mohon kirim lewat mesej FB atau sms ke 085865399657

Amankan Capolista

Posted in UlTras lazio on 1 November 2010 by eko laziale

Lazio yang pekan ini menghadapi lawan tangguh Palermo. harus tampil dengan tekanan,mengingat Palermo bukanlah tim yang bisa diremehkan, di tubuh tim itu banyak permain muda berbakat, diantaranya adalah Javier Pastore seorang sriker yang haus gol.

Lazio yang dibuntuti Inter di klasemen berusaha memburu tiga poin untuk menjaga jarak dengan inter.Palermo mengambil inisiatif menyerang namun penyelesaian yang tidak maksimal membuat Muslera dengan mudah mengantisipasi peluang Palermo.
Sepuluh menit berlalu, giliran Lazio yang terus menggempur Palermo. Palermo yang kesulitan membendung serangan lazio hanya bisa membuang bola yang terus mengalir ke lini pertahanan mereka.

Lazio akhirnya dapat membobol gawang Palermo pada menit ke-27 melalui gol Andre Dias. Memanfaatkan umpan dari martin Ledesma, Diaz me-volley bola yang membuatnya meluncur deras ke gawang Palermo.

Tertinggal satu gol membuat Palermo keluar menyerang, dan Lazio praktis hanya mampu bertahan di sisa waktu babak pertama. Namun Palermo gagal menyelesaikan peluang-peluang yang tercipta. Kedudukan 1-0 bertahan sampai turun minum.

Memasuki babak kedua, Lazio berhasil keluar dari tekanan yang diciptakan oleh Palermo pada akhir babak pertama sebelumnya. Kedua tim saling serang pada paruh waktu kedua ini.

Pada menit 65 Palermo memperoleh peluang emas melalui tendangan Cassani, namun Muslera dengan gemilang mematahkan tendangan tersebut.

Pada menit ke-78 Lazio harus bermain dengan sepuluh pemain setelah Biava diusir wasit karena menerima kartu kuning kedua. Palermo yang unggul jumlah pemain terus menekan Lazio, namun pemimpin klasemen sementara tersebut disiplin dalam menjaga pertahanan sehingga kedudukan 1-0 untuk Lazio bertahan sampai pertandingan usai.

Kemenangan ini merupakan momen yang bagus, mengingat minggu depan Lazio akan bermain dalam Derby Della Capitalle.Lazio akan bertemu musuh abadi mereka,, as rioma merda!!!!!

Lawan rioma merda Lazio sedikit lega karena sang kapten francesco MAHO tot** harus absen, karena pada laga lawan lecce di giornata 9 sang MAHO tot** dihadiahi oleh wasit Andrea Garvasoni kartu merah, setelah Kapten as rioma itu bersitegang dengan pemain lecce ruben oliveira..

Derby ini harus kita menangkan !!!!

Forza Lazio !!!!

Fenomena Lazio

Posted in UlTras lazio with tags on 25 Oktober 2010 by eko laziale

Roma: Lazio kian memantapkan posisinya di puncak klasemen sekaligus melebarkan jarak dengan AC Milan dan Inter Milan. Dalam lanjutan kompetisi Serie A di pekan kedelapan yang berlangsung di Olimpico, Roma, Minggu (24/10) siang waktu setempat, Biancocelesti meraih kemenangan tipis 2-1 (1-0) dari tamunya Cagliari.

Kedua gol kemenangan Lazio dicetak Sergio Floccari di menit ke-21 dan Stefano Mauri di menit ke-53. Sementara gol balasan Cagliari dihasilkan Alessandro Matri di menit ke-59. Dengan tambahan tiga poin, Lazio mengumpulkan 19 poin hasil dari 8 partai atau unggul lima angka dari Rossoneri dan Nerazzurri yang baru akan bertanding pada Senin (25/10) dan Minggu (24/10) malam waktu setempat.

Lazio unggul empat poin di puncak klasemen sementara Seri A setelah menang kandang 2-1 atas Cagliari sedangkan Inter Milan ditahan 1-1 ketika menjamu Sampdoria, Minggu.

AC Milan dapat mendekatkan jaraknya dengan dua poin bila mereka menang melawan Napoli pada laga Senin malam.

Inter nyaris kalah laga kandang dalam tiga tahun pertandingan liga, ketika Stefano Guberti memberi angka kepada tim tamu tetapi Samuel Eto`o yang menciptakan golnya yang ke-15 dalam 13 pertandingan semua kompetisi membuat angka menjadi sama.

Bek tengah dari Argentina Walter Samuel mengatakan, ia tidak begitu terkesan dengan laju Lazio pada awal kompetisi ini.

Semua yang di katakan bek yang sekarang tidak hebat lagi karena samuel merupakan mantan pemain AS.RIOMA MERDA, yang merupakan musuh abadi daro Lazio,,,FUCK SAMUEL.

Pelatih Samp Domenico Di Carlo merasa bahagaia dengan poin yang didapat mereka, karena bergerak ke arah tempat kualifikasi Eropa.

“Inter merupakan tim terbaik di Eropa, kami bersiap dengan baik, kami mengawalinya dengan bagus, tetapi Inter akan memukul kita setiap kali kita lengah pada posisi kita,” katanya.

“Mereka tim kuat dan bila akselerasi mereka bagus maka amat sulit mengalahkan mereka,” katanya.

Bek tengah Brazil Lucio pertama kali memiliki peluang pada menit ke-10 tetapi Gianluca Curci dengan sigap melakukan penyelamatan tendangan jarak dekat itu.

Sampdoria gantian mengancam ketika Antonio Cassano melambungkan bola ke gawang tetapi ditepis Guberti kembali ke daerah berbahaya dan Giampaolo Pazzini menyambar bola melewati Walter Samuel, tetapi si kulit bundar melayang ke arah tangan penjaga gawang Julio Cesar.

Pemain remaja dari Brazil Coutinho melakukan gebrakan dari sisi kiri tetapi Curci dengan cepat keluar dari sarangnya dan menendang bola yang melayang ke arah Eto`o, tetapi bola dari kaki Eto`o menyambar jala gawang dari bagian luar.

Inter kembali menekan lawan setelah turun minum, ketika Coutinho membuka serangan dan mengirimkan bola kepada rekannya Maicon tetapi Luciano Zauri menggagalkan serangan itu dengan menghalau bola dari garis gawang.

Samp melaju pada menit ke-62 ketika Cassano melewati Cristian Chivu dan meneruskan bola kepada Guberti yang dengan berakrobat melancarkan tendangan dan kendati Cesar mampu menggapai tapi bola dengan cepat melaju ke dalam gawang.

Inter menyerang lagi ketika Cautinho menembak dan Curci menyelamatkan bola menggunakan kakinya sedangkan Wesley Sneijder menendang melebar ke luar batas gawang.

Samp mendapat pukulan ketika Curci harus keluar lapangan karena cedera paha dan penggantinya Junior Da Costa mendapat risiko dengan memungut bola dari dalam gawangnya 10 menit menjelang pertandingan usai.

Coutinho, yang menyebabkan selalu timbul masalah bagi lawan, melayangkan bola dari sisi kiri dan Eto`o yang berada dekat gawang dengan jitu menyelesaikan tugasnya.

Inter seharusnya mendapatkan angka tetapi tembakan Lucio melebar dari batas gawang.

Mimpi Lazio pada awal musim ini berlanjut ketika mereke menenggelamkan lawan mereka dari Sardinia, yang duduk dengan cemas pada urutan kedua dari bawah setelah kemenangan pertama dari delapan laga – memenangi pertandingan 5-1 atas Roma.

Menampik berkomentar

Kendati posisi mereka sudah di puncak, tetapi pelatih Lazio Edy Reja menolak untuk berkomentar lebih jauh.

“Bukan waktunya mengomentari hal itu sekarang tetapi kami sudah menunjukkan bahwa kami berada di urutan puncak,” katanya.

“Saya mengucapkan selamat kepada para pemain saya, kendati mereka membuat masalah di antara mereka sendiri,” katanya.

“Setelah gol Cagliari, yang lahir akibat kurangnya pengawasan kami, terlalu banyak rasa khawatir dan takut. Ini tidak harus terjadi pada tim papan atas,” katanya.

Sergio Floccari mendapat peluang positif pada awal permainan. Ia menjebloskan bola pada menit ke-21 setelah bola jatuh di dekatnya, setelah sebelumnya dua usaha Hernanes diblok lawan.

Stefano Mauri menggandakan pada menit ke-53 dengan cara amat beruntung, ketika ia terjatuh dan bola tendangan bebas menerpa perutnya dan masuk ke dalam gawang.

Gebrakan Alessandro Matri dari umpan Andrea Cossu enam menit kemudian membuat Lazio berbeda angka dengan lawannya.

Saingan sekota Lazio, Roma, yang tampil tidak menentu pada awal musim berlanjut ketika mereka ditahan imbang 0-0 oleh tim papan bawah Parma.

Juventus gagal naik ke urutan tiga besar karena mereka ditahan imbang 0-0 di Bologna.

Tim tamu memiliki peluang mendapatkan angka pada menit ke-34 setelah terjadi penalti yang dipertanyakan karena Milos Krasic kelihatan melakukan “diving” di dalam kotak.

Keadilan muncul, karena penjaga gawang Italia Emiliano Viviano berhasil menjinakkan tendangan Vincenzo Iaquinta dari titik putih.