Arsip untuk laziale

poster

Posted in Photoshop with tags , , , , , on 30 November 2013 by eko laziale

D&D 60 x 70_PVC_ 1lbr _ lbhn saja

Iklan

Lazio Kehilangan Mauri

Posted in UlTras lazio with tags , , on 2 Mei 2011 by eko laziale

Pekan Ini Lazio akan menghadapi Juventus dan dipastikan Stefano mauri tidak akan bisa tampil setelah terkena hukuman kartu merah yang diberikan wasit morganti saat laga lawan inter pekan lalu,,pihak lazio sudah mengupayakan banding namun komisi disiplin seri A menolak upaya banding Biancoceleste.

Dalam dua pekan terakhir dipastikan sang kapten Stefano Mauri tidak bisa bertanding saat lawan Juve dan udinese

Sekilas Derby della Capitale

Posted in UlTras lazio with tags , , on 7 Maret 2011 by eko laziale

the Derby della Capitale yang juga dikenal dengan sebutan il Derby Della Capitale, Derby del Cupolone, atau The Rome Derby dalam bahasa Inggris, adalah pertemuan antara tim sepak bola yang berbasis di ibu kota Italia, Roma. SS Lazio dan AS Rioma adalah kedua tim yang dimaksud.

Pertandingan ini telah dinilai sebagai derby paling sengit di Italia dibandingkan derby lokal lainnya seperti Derby della Madonnina (Milan) dan Derby della Mole (Turin), dan telah menjadi salah satu derby ibu kota terbesar dan terpanas di Eropa. Hal ini secara historis telah ditandai dengan kehadiran massa yang besar di stadion, panasnya persaingan, dan tentu saja kekerasan seperti aksi rasis saat pertandingan yang terjadi akhir-akhir ini.

Dua insiden ekstrim telah meninggalkan jejak buruk pada sejarah derby ini. Pada tahun 1979, seorang pendukung Lazio, Vincenzo Paparelli dipukul di bagian mata dan terbunuh oleh mercon yang ditembakkan oleh seorang pendukung Rioma dari ujung stadion. Ia menjadi korban tewas pertama akibat kekerasan di sepak bola Italia, pada derby berikutnya para ultras Lazio membalas dengan membunuh fans Rioma.Pada tahun 2004 sebuah peristiwa yang tak terduga terjadi ketika pendukung ultras Rioma memaksa permainan untuk ditunda setelah tersebar desas-desus palsu bahwa seorang anak telah dibunuh oleh polisi sebelum awal permainan.

Dalam derby terakhir pada bulan Desember 2009 musim lalu, wasit juga terpaksa harus menghentikan pertandingan selama sekitar tujuh menit pada saat pertandingan masih berjalan 13 menit di babak pertama. Pemicunya adalah kembang api yang dilemparkan ultras Lazio ke dalam lapangan.


Pendukung Lazio saat derby Roma
RIVALITAS YANG SUDAH MENJADI KEBUDAYAAN

Penduduk Roma sepertinya ingin mengatakan kepada dunia bahwa Derby della Capitale lebih dari sekedar permainan. Klub AS Rioma didirikan sebagai hasil penggabungan dari tiga tim, Roman, Alba-Audace dan Fortitudo, yang merupakan perintah dari rezim fasis yang berkuasa dan diprakarsai oleh Italo Foschi. Hal itu disengaja oleh diktator fasis Benito Mussolini untuk membuat sebuah klub asal Roma yang kuat untuk menantang dominasi klub utara. Namun berkat pengaruh salah satu Jendral Fasis, Giorgio Vaccaro, Lazio memberanikan diri menjadi satu-satunya tim utama dari Roma yang menolak merger tersebut, yang kemudian membuat semacam persaingan dengan AS Roma dari tahun ke tahun.

Pertandingan pertama antara kedua tim diselenggarakan pada tanggal 8 Desember 1929 dan Roma berhasil keluar sebagai juaranya dan persaingan dengan cepat tumbuh di antara kedua tim. Sebenarnya penggemar kedua tim memiliki kesamaan yang dasar yaitu sangat membenci arogansi tim utama Italia bagian utara. Namun karena fakta bahwa Lazio dan Rioma tidak banyak memenangkan piala dibandingkan dengan raksasa dari utara, maka derby ini seperti menjadi pelampiasan bagi mereka untuk membuktikan siapa yang paling dominan di ibukota. Ketidakmampuan mereka untuk dominan di Italia dialihkan untuk menguasai Roma.

Pandangan kedua pendukung yang sempit semakin memperpanas persaingan. Mereka menganggap pertandingan ini sebagai pertempuran antara dua klub untuk memperjuangkan hak untuk mewakili kota-kota di seluruh negara.

Selain itu, penyebab lainnya adalah mengenai asal usul kedua tim. Lazio yang didirikan di distrik Prati pada awalnya berlatih dan bermain di lapangan Rondinella. Sedangkan Roma mulai bermain di Motovelodromo Appio dan kemudian ketika stadion baru mereka selesai dibangun, mereka pindah ke sekitar Testaccio. Hal ini membuat pernyataan ironis, yang dikenal sebagai Sfottò, yang berbicara pada asal usul pendukung kedua tim. Laziale dianggap sebagai orang luar karena mereka diduga berasal dari luar kota Roma. Namun mereka menjawabnya dengan menyatakan bahwa Lazio masuk ke Roma pada tahun 1900, lebih cepat dari AS Rioma yang baru didirikan pada tahun 1927.

Derby Roma juga telah menjadi tempat aksi yang berkaitan dengan politik, sosial dan ekonomi dari beberapa basis pendukung. Kelompok ultras Lazio sering menggunakan swastika dan simbol fasis di spanduk mereka dan mereka telah memperlihatkan perilaku rasis dalam beberapa kesempatan selama pertandingan. Terutama pada derby musim 1998-99 ketika Laziale membentangkan sebuah spanduk berukuran 50 meter bertuliskan, “Auschwitz is your town, the ovens are your houses”. Pemain berkulit hitam dari Roma adalah sasaran dari perilaku rasis dan ofensif tersebut.

Sebuah banner kelompok ultras Lazio juga pernah memajang tulisan “Team of blacks followed by Jews” untuk membalas kelompok ultras Rioma yang sebelumnya mengejek dengan tulisan “Team of sheep followed by shepherds”. Pada tahun 2000 pendukung Lazio menunjukkan dukungan mereka untuk kelompok nasionalis Serbia dan penjahat perang Arkan.

Secara resmi, pihak klub telah menjauhkan diri dari pendukung-pendukung semacam ini, yang membentuk kelompok-kelompok minoritas bergaris keras, dan berjuang untuk memerangi tindakan-tindakan mereka yang merugikan.
KERIBUTAN DI MUSIM SEMI 2004

Derby pada tanggal 21 Maret 2004 terpaksa harus terhenti pada empat menit memasuki babak kedua, dengan skor sementara 0-0, ketika huru-hara pecah di tribun penonton dan presiden Liga Sepakbola Italia, Adriano Galliani, memerintahkan wasit Roberto Rosetti untuk menangguhkan pertandingan.

Kerusuhan, yang diwarnai saling melempar kembang api, dimulai dari penyebaran desas-desus bahwa seorang anak laki-laki tewas tertabrak mobil polisi di luar stadion. Cerita ini cepat menyebar ke para pemain ketika tiga pemimpin kelompok ultras LAZIO berjalan memasuki lapangan untuk berbicara dengan Francesco Tot**, kapten Rioma. Mereka mengancam Totti, yang terdengar di siaran TV sebagai sebuah ancaman kematian. Tot** kemudian meminta untuk menghentikan pertandingan, dan Adriano Galliani yang dihubungi oleh wasit melalui telepon selular dari lapangan akhirnya memerintahkan permainan ditunda.

Setelah itu pertempuran berkepanjangan antara para penggemar dan polisi pun terjadi, beberapa stan yang berdiri dibakar dan orang-orang berlarian keluar stadion. Kerusuhan akhirnya berakhir dengan 13 orang diamankan dan lebih dari 170 polisi mengalami luka-luka. Polisi terpaksa harus memakai gas air mata setelah penggemar terus-terusan melempar kembang api dan mulai membakar mobil dan sepeda motor di luar stadion.

Ternyata rumor kematian anak yang menjadi pemicu kerusuhan itu adalah palsu. Banyak teori muncul untuk menjelaskan mengapa sekelompok ultras menginginkan permainan saat itu dihentikan. Diyakini bahwa ultras hanya ingin menyerang polisi, dan memberikan kesempatan untuk mendemonstrasikan kekuasaan mereka.

Pertandingan itu diulang pada tanggal 28 Maret dan berakhir imbang 1-1 tanpa terjadi masalah. Hasil imbang tersebut membuat Rioma telah menyia-nyiakan kesempatan terakhir mereka untuk mengejar pemimpin Serie A saat itu AC Milan. 

JAKET LAZIO INDONESIA

Posted in UlTras lazio with tags on 25 Januari 2011 by eko laziale

Jacket Eko’s Collections 

1. barang preorder bukan ready stok2.
WAKTU PRODUKSI: 2-4 minggu (konfirmasi).
3. Prize : 135.000 ( belum termasuk ongkir )
4. full bordir Komputer Depan Belakang

SIZE (patokan jaket original adidas asian size)

XS : panjang = 60 ; Lebar = 44; Panjang Lengan = 57

S : Panjang = 63 ; Lebar = 48 ; Panjang Lengan=59

M : Panjang = 66 ; Lebar = 52 ; Panjang Lengan = 61

L : Panjang = 69 ; Lebar = 56 ; Panjang Lengan = 63

XL : Panjang = 72 ; Lebar = 60 ; Panjang Lengan = 65

XXL : Panjang = 74 ; Lebar = 64 ; Panjang Lengan = 67

XXXL : Panjang = 75 ; Lebar = 68 ; Panjang Lengan = 69

Minat ?
Langsung hubungi (sms/call): Eko 085865399657

lihat selengkapnya :

Presentasi New Comers

Posted in UlTras lazio with tags on 8 Februari 2010 by eko laziale

Ketiga pemain ingin angkat Lazio kembali ke atas dari papan bawah.
Roma – Di ruang konferensi pers, tadi malam (6/2), Lazio mempersentasikan pemain-pemain barunya pada media.

Akan tetapi, dari lima rekrutan terakhir Lazio, ada dua pemain yang tidak dapat ikut serta dalam persentasi ini. Mereka adalah duo pemain muda baru Biancoceleste, Eyal Golasa dan Gonzalo Barreto.

Baca lebih lanjut

preview Lazio VS Livorno

Posted in UlTras lazio with tags , on 7 Januari 2010 by eko laziale
Lazio vs. Livorno
Kick Off 6 Januari 21.00 WIB


Roma – Susana di Stadion Olimpico kemungkinan akan membeku ketika dua rival ideologis dalam sejarah sepakbola Italia bertemu. Fans Lazio adalah kelompok politik sayap kanan. Pendukung Livorno berafiliasi ke sayap kiri dan komunis. Ini pertemuan keduanya dalam dua tahun, dan jangan berharap laga berlangsung mulus.
Lazio diperkirakan akan memakai formasi 3-4-3 dengan trisula baru di lini depan, yakni Zarate-Rocchi-Floccari. Ya, nama terakhir adalah pemain baru di Formello, dia dipinjamkan dari Genoa dalam jendela transfer Januari ini. Akan tetapi Lazio masih akan bermain tanpa sejumlah pemain andalannya. Pasquale Foggia, Simone Del Nero, Ousmane Dabo dan Julio Cruz mengalami cedera. Guglielmo Stendardo dilarang bermain, dan Mourad Meghni mengikuti Piala Afrika dengan timnas Aljazair. Livorno hanya punya persoalan pada cederanya Moro, sehingga mereka akan menghadapi Lazio dengan 90% skuad terbaik.
Tidak tampilnya Stendardo akan membuat Diakite mendapatkan kesmpatan menjadi starter, karena pemain lainnya di posisi bek tengah, Cribari telah hijrah ke Siena. Firmani akan memainkan peran yang biasa dimainkan Mauri.
Dengan formasi ini, sudah pasti membuat Lazio akan bermain tanpa playmaker yang biasa dimainkan oleh Matuzalem, ditambah, pemain asal Brazil ini belum pulih total dari cederanya.
Lazio wajib waspada dengan Livorno. Tim asuhan Serse Cosmi ini akan memainkan formasi 3-5-1-1. Tim yang satu tingkat di atas Lazio dalam posisi klasemen sementara ini akan mengandalkan Pulzetti sebagai jenderal lapangan tengah. Di depan, mereka punya Danilevicius atau Lucarelli yang akan dimotori oleh pemain muda berbakat Antonio Candreva di belakangnya.
Dalam urusan mencetak gol, kedua tim baru mengoleksi 10 gol dalam 17 giornata. Akan tetapi, pertandingan terakhir Livorno lebih baik dari Lazio, mereka menutup akhir tahun dengan mengalahkan tim yang pernah menjadi capolista Serie A 09/10, Sampdoria dengan skor 3-1. Lazio sendiri dikalahkan pemuncak klasemen, Inter 1-0 di San Siro. Lazio pun menduduki peringkat 16 pada akhir tahun 2009.
Lazio harus dapat memulai tahun baru ini dengan baik, tifosi berharap kepergian masalah tim selama ini, Goran Pandev dan tambahan lini depan dengan mendatangkan Sergio Floccari dapat membuat Lazio termotivasi untuk segera bangkit. Lazio akan mengenakan jersey 110 tahun di laga ini, semoga kostum baru dapat membuat berkah bagi tim untuk memulai era yang baru.

Prakiraan formasi:
Lazio (3-4-3)
86 Muslera, 13 Siviglia, 87 Diakitè, 26 Radu; 2Lichtsteiner, 4 Firmani, 33 Baronio, 11 Kolarov; 20 Floccari, 10 Zarate, 9 Rocchi.
Cad: 88 Berni, 3 Scaloni, 32 Brocchi, 8 Matuzalem, 5 Mauri, 18 Makinwa, 21 Inzaghi
Pelatih: Ballardini

Cedera: Del Nero, Dabo, Foggia, Cruz, Meghni (Coppa d’Africa)
Skorsing: Stendardo
Diperingatkan: Kolarov, Foggia, Radu

Livorno (3-5-1-1)
1 De Lucia; 2 Perticone, 4 Rivas, 17 Miglionico; 7 Pulzetti, 3 Filippini, 21 Mozart, 8 Bergvold, 46 Pieri; 83 Candreva, 9 Danilevicius.
Cad: 11 Benussi, 5 Marchini, 13 Knezevic, 77 Raimondi, 59 Diniz, 99 Lucarelli, 10 Tavano
Pelatih: Cosmi

Cedera: Moro
Skorsing: –
Diperingatkan: Pulzetti, Marchini, Miglionico

Wasit: Giannoccaro di Lecce
Stadion: Olimpico

tania zamparo kecewa

Posted in UlTras lazio with tags , , on 1 Desember 2009 by eko laziale

Tania zamparo merupakan seorang model dia juga seorang penggemar pasukan biru langit,dia sangat ber harap penampilan lazio saat melawan bologna bisa mendapat hasil positif,tapi apa lacur penampilan lazio yang sudah tiga bulan ini belum pernah mendapat poin tiga angka masih saja berlanjut…kekecewaan mungkin ada dihati “Tania Zamparo seorang model yang lahir di kota Roma tepatnya pada tanggal 16 agustus 1975”.
Miss Italia pada tahun 2000 ini juga mempresentasikan kostum untuk derby pada musim 2008/2009 musim lalu.

because i’m a great supporter biancocelesti and i hope that the team is changing both the law of large number: the lazio is too long fasts of wins against bologna reach the three point..ucapan tania saat memprediksi hasil lazio vs bologna
mungkin dalam laga kali ini tania agak sedikit kecewa

tapi apapun hasil yang dicapai oleh lazio kami sebagai
Lazialesangat menghargai hasil kerja keras para gli aquiloti.
forza lazio